Minggu, 29 November 2009

aspek pemasaran produk kue biapong

BAB. I
ASPEK PEMASARAN


1.1 Pengertian Analisis Pasar
Analisis Aspek Pemasaran adalah salah satu langkah yang dilakukan dalam Analisa Kelayakan Pabrik. Salah satu fungsi pokok dari usaha adalah fungsi pemasaran. Analisis aspek pemasaran bertujuan untuk mengidentifikasi produk yang dibutuhkan oleh konsumen serta mengukur besarnya kebutuhan.
Identifikasi Produk perlu dilakukan dalam upaya untuk mengetahui produk yang dibutuhkan oleh konsumen, kemudian dilakukan pengukuran besarnya kebutuhan dengan melakukan peramalan. (forecasting).

1.2 konsep dasar strategi pemasaran
setelah dilakukan peramalan permintaan, kita dapat mengetahui proyeksi demand dimasa yang akan datang. Dengan demikian maka dapat dirumuskan srategi pemasaran.
Srategi pemasaran dapat dilakukan dengan :
1. Penetralisir pasar
meningkatkan penjualan produk dengan usaha pemasaran yang agresif, hal ini dilakukan dengan memberi rangsangan kepada konsumen sehingga akan meningkatkan pemakaian produk.
2. Pengembangan produk
usaha meningkatkan penjualan dengan mengembangkan produk baru dan modifikasi produk lama dalam pasar lama.
3. Pengembangan pasar
usaha untuk meningkatkan penjualan dengan menjual produk yang sudah ada ke pasar baru ini dilakukan dengan membuka daerah pemasaran baru (mencari konsumen baru).
4. Identifikasi
usaha untuk meningkatkan penjualan melalui pengembangan produk baru yang dipasarkan pada pasar baru

1.3 Tahap-tahap Analisis Pasar
a. Menentukan masalah dan tujuan yang di dapatkan pada saat melakukan analisis pasar.
b. Merencanakan penelitian di antaranya, dalam mengambil sumber data yang di peroleh dengan cara pengumpulan data primer, maupun pengumpulan data berdasarkan metode penelitian.
c. Pengumpulan data berdasarkan metode peramalan produk yang di gunakan oleh konsumen.
d. Menggunakan teknik-teknik peramalan permintaan, di antaranya menggunakan metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Data Jumlah penduduk Kota Gorontalo tahun 2007 – 2009
Tahun Jumlah Penduduk
2007 162438
2008
2009
Sumber : BPS kota Gorontalo

Data Jumlah mahasiswa UNG tahun 2007– 2009
Tahun Jumlah Mahasiswa
2007 6091
2008 8007
2009 10183
Sumber : BPS kota Gorontalo

Data Kapasitas Produksi kue di kota Gorontalo tahun 2007 -2009
Tahun Kapasitas Produksi
2007 822.558
2008 829.447
2009 835.544
Sumber : PERINDAG kota Gorontalo

1.4 Pengumpulan Data

Adapun Teknik pengumpulan data yang kami lakukan adalah dengan Teknik kuisioner. Jumlah kuisioner yang kami bagikan adalah sebanyak 100 lembar, atau sekitar 0,062% dari jumlah penduduk kota Gorontalo pada tahun 2009 yang berjumlah 162348 jiwa, dan 0,98% dari jumlah Mahasiswa UNG pada tahun 2009 yang berjumlah 10183 orang.
Hasil Perhitungan Jawaban pada kuisioner adalah sebagai berikut :
No. Pertanyaan Jumlah
Orang Presentase (%)
1. Apakah Anda pernah mendengar kue biapong ?
a. ya 81 81
b. tidak 19 19
2. Pernahkah Anda mengkonsumsi kue biapong dengan isi coklat tabur keju ?
a. pernah 32 32
b. belum pernah 68 68
3. Setujukah Anda apabila kue biapong dijadikan sebagai makanan penganan ?
a. setuju 64 64
b. tidak setuju 36 36
4. kue apa yang sering Anda konsumsi?
a. donat 93 93
b. biapong 2 2
c. gorengan 3 3

5. Disaat Anda sedang bersantai, makanan apa yang sering Anda nikmati
a. snack 32 32
b. kue 5 5
c.gorengan 19 19




No. Pertanyaan Jumlah
Orang Presentase (%)
6. Apakah anda sering mengkonsumsi makanan penganan, selain makanan pokok?
a. sering 32 32
b. jarang 57 57
c. tidak sering 10 10
d. pernah 1 1
7. Ketika anda sibuk beraktivitas, makanan apa yang akan anda pilih sebagai alternatif untuk menghilangkan rasa lapar.
a. kue 54 54
b. mie instant 23 23
c. gorengan 10 10
d. nasi & lauk 13 13
8. Berikut ini adalah beberapa pilihan harga yang akan kami tetapkan sebagai harga jual kue buapong, Manakah yang anda setujui?
a. Rp.1000,- 83 83
b. Rp.1250,- 9 9
c. Rp.1500,- 3 3
d. Rp.1750,- 5 5
9. Dimanakah biasanya anda mencari makanan penganan disaat anda sedang tidak berminat dengan makanan di rumah Anda?
a. toko kue 17 17
b. dept.store 32 32
c. restaurant 36 36
d. kafe 15 15


No. Pertanyaan Jumlah
Orang Presentase (%)
10 Apabila tersedia pilihan kue biapong dengan berbagai macam varian, manakah yang akan anda pilih?
a.biapong isi vanila tabur coklat 37 37
b.biapong isi keju tabur coklat 7 7
c biapong isi kelapa 4 4
d biapong isi coklat tabur keju 52 52


1.5 Segmentasi Pasar
Berdasarkan hasil dari kuisioner, maka kami membagi karakteristik calon konsumen menjadi 3 macam, yakni berdasarkan :
a. Jenis kelamin
b. Pekerjaan
c. Usia
a. Berdasarkan Jenis Kelamin
Responden Keterangan Jumlah
orang Presentase (%)
40 orang laki-laki a. berminat 30 75
b. tidak berminat 10 25
60 orang perempuan a. berminat 51 85
b. tidak berminat 9 15

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa wanita memiliki prosentase minat yang lebih besar terhadap kue biapong coklat keju dibanding laki-laki. Hal ini dapat dilihat pada perhitungan di atas, bahwa dari total 60 responden wanita, sebanyak 51 orang atau sekitar 85% yang berminat untuk mengkonsumsi kue biapong.coklat keju Sedangkan laki-laki, dari total 40 orang, hanya 30 orang atau sekitar 75% yang berminat dengan kue biapong

b. Berdasarkan Pekerjaan
Responden Keterangan Jumlah
Orang Presentase (%)
77 orang pelajar/mahasiswa a. berminat 63 81,82
b. tidak berminat 14 18,18
10 orang pegawai negeri a. berminat 8 80
b. tidak berminat 2 20
9 orang
pegawai swasta a. berminat 7 77,7
b. tidak berminat 2 22,2
4 orang lain - lain a. berminat 3 75
b. tidak berminat 1 25

Dari table di atas dapat disimpulkan, bahwa Pelajar/mahasiswa adalah responden dengan presentase minat paling besar tehadap kue biapong coklat keju. Hal ini dapat dilihat berdasarkan data pada table di atas, dimana dari total 77 orang pelajar/mahasiswa, terdapat 63 orang atau sekitar 81,82% yang berminat terhadap kue biapong coklat keju. Selanjutnya untuk pegawai negeri, dari total 10 orang, terdapat 8 orang atau sekitar 80% yang berminat dengan biapong coklat keju. Kemudian dari total 9 orang pegawai swasta, terdapat 7 orang atau sekitar 77,7% yang berminat dengan kue biapong coklat keju. Dan yang terakhir, dari 4 orang responden dengan profesi lain – lain seperti petani, tukang, terdapat 3 orang yang berminat dengan biapong coklat keju atau sekitar 75%.











c. Berdasarkan Usia
Responden Keterangan Jumlah
Orang Presentase (%)
80 orang dengan usia antara17-24 tahun. a. berminat 67 83,75
b. tidak berminat 13 16,25
11 orang dengan usia antara 25-32 tahun. a. berminat 8 72,72
b. tidak berminat 3 27,27
3 orang denga usia antara 33-40 tahun a. berminat 2 66,67
b. tidak berminat 1 33,33
6 orang dengan usia di atas 41 tahun. a. berminat 4 66,67
b. tidak berminat 2 33,33

Dari table di atas dapat disimpulkan, bahwa responden yang paling berminat terhadap kue biapong coklat keju ini, adalah berusia antara 17 – 24 tahun dengan presentase 83,75%. Hal ini dapat dilihat pada table di atas, bahwa dari 80 orang responden dengan usia antara 17 -24 tahun, terdapat 67 yang berminat dengan kue biapong coklat keju. Kemudian responden dengan usia antara 25 – 32 tahun, dari total 11 orang terdapat 8 orang yang berminat dengan biapong coklat keju atau sekitar 72,72%. Selanjutnya dari 3 orang responden berusia 33 – 40 tahun, terdapat 2 orang yang berminat atau sekitar 66,67%. Dan terakhir, dari 6 orang responden dengan usia di atas 41 tahun , terdapat 4 orang yang berminat atau sekitar 66,67%.








1.6 Bauran Pemasaran
 Product
Produk yang kami produksi adalah biapong dengan bahan dasar tepung isi coklat dan ditaburi keju. Pemilihan rasa coklat keju adalah disebabkan keberadaan kue biapong sebagai salah satu kue khas gorontalo yang kurang diminati oleh masyarakat, demikian pula halnya dengan variasi rasa dari kue ini masih terbilang jarang bahkan hampir tidak ada. Lagipula kue tradisional sejenis biapong kebanyakan di daerah gorontalo pemasarannya hanya melalui pasar tradisional masyarakat dan sampai saat ini belum pernah dijumpai kue-kue seperti ini di jual di supermarket ataupun dept.store dan di kemas dalam kemasan.kebanyakan masih terbuat dari bahan dasar tepung terigu,. dengan isi unti (campuran dari parutan kelapa dan gula merah).Sehingga diharapkan jenis kue yang akan kami produksi ini, dapat menarik minat masyarakat Gorontalo, dengan pilihan rasa yang berbeda.
 Price ( Harga)
Untuk produk kue biapong ini kami berencana akan menjualnya dengan harga Rp.1000,-. Harga ini kami sesuaikan dengan hasil kusioner, dimana dari 100 responden terdapat 83 orang setuju jika produk ini kami jual dengan harga Rp.1000,-.
 Place
Toko kue ini nantinya akan berlokasi di Jl. Arif Rahman Hakim, Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah, atau di samping Kampus Universitas Negeri Gorontalo. Lokasi ini kami pilih, karena mempertimbangkan konsumen yang berminat terhadap produk ini sebagian besar adalah Mahasiswa.


 Promotion
Melihat calon konsumen yang sebagian besar adalah mahasiswa, maka promosi akan kami lakukan melalui Media elektronik, yakni melalui radio kampus CIVICA FM, UNG. Dan untuk mendukung kegiatan promosi tersebut, kami juga akan menyebarkan brosur mengenai produk kami secara langsung kepada calon konsumen kami.




1.7 Bentuk Pasar
Adapun bentuk pasar yang akan kami hadapi ke depannya untuk usaha ini termasuk pada pasar persaingan sempurna. Karena sebagaimana kita ketahui pada pasar persaingan sempurna jumlah konsumen dan produsen tidak terbatas dan dapat menjual atau membeli berapa saja tanpa ada batas asalkan bersedia membeli / menjual dengan harga berapa saja sesuai kinginan dan pangsa pasar yang ada. Begitu pula halnya dengan usaha Pabrik kue, konsumen yang akan membeli produk tidak terbatas dan dapat membeli produk kami dengan jumlah yang tidak terbatas, sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar